Langsung ke konten utama

Untukmu Kawan

Mungkin pada saat ini engkau merasakan derita yang amat sangat
Engkau sudah berjuang namun belum mendapat hasil seperti yang kau harapkan
Mungkin pada saat ini engkau merasa sudah lelah dan berpikir untuk mengakhiri perjuanganmu
Karena kau merasa tak adanya gunanya lagi untuk tetap bertahan

Ya, mungkin engkau sudah mati rasa
Mungkin engkau sudah kehilangan arah
Mungkin engkau telah berlari namun belum menemukan garis akhirnya
Atau mungkin engkau telah menyimpan banyak  tanya namun belum jua menemukan jawabannya

Kawan…
Jika sekarang engkau merasakan kesesakan dalam dadamu
Jika sekarang engkau merasa ingin berteriak sekencang-kencangnya
Jika engkau ingin menangis untuk melepaskan kesakitanmu
Itu semua tak salah untuk kau lakukan

Manusia memang lemah
Manusia kadang memang tak akan sanggup menahan kehidupan yang keji ini
Tetapi..
Aku tahu sebenarnya mengapa engkau sampai sesakit ini
Aku tahu sebenarnya kemana kau harus pergi
Aku tahu bagaimana caranya agar engkau melepaskan tiap bebanmu

Sekarang, apakah engkau ingin tahu apa jawabannya?
Apakah engkau siap untuk menyambut hidup yang baru?
Jikalau engkau mau untuk hidupmu berubah, akan kukatakan
Jikaulau engkau mau kesesakan dalam dirimu berakhir

Ya, aku tahu jawabannya
Karena aku pun pernah mengalaminya
Aku berjalan sambil terseok-seok
Aku hanya mengandalkan diriku sendiri
Lalu aku hanya menangis hingga air mata itu habis
Hingga aku merasa diriku tak berarti dan ingin mati saja

Tetapi, ada yang menyadarkanku
Seorang sahabat
Ia mengangkatku saat aku jatuh
Ia  lalu mengendongku
Ia melawat aku

Siapakah aku ini hingga ia begitu baik padaku?
Di saatku merasa tak ada gunanya lagi hidup
Dan tak ada lagi orang yang menolongku
Ia berkata, aku adalah saudara-Nya
Ia berkata, aku sungguh berarti
Begitu lembut perkataan-Nya itu
Hingga merasuk dalam hati ini
Ia mengasihiku dan aku sungguh merasakannya

Hingga ku tahu, Ia bahkan rela mati untukku supaya ku hidup
Yang aku pikir apalah arti diriku
Ya, Ia yang baru kukenal
Tiba-tiba mau mati untuk orang yang tak layak ini

Sekarang, jika engkau ingin hidupmu diubahkan
Jika engkau mau seperti aku
Maukah engkau mengenalnya?
Sahabat terbaik dalam hidupku

Ya, Ia sahabat yang slalu berjalan bersama-sama denganku
Yang menjaga  dan melindungiku
Membuat hidupku berubah
Menjadikan diriku berarti

Nama-Nya Yesus
Ia sahabat yang setia
Sahabat yang tak kenal lelah untuk mengangkatku
Sahabat yang hidup dalam hatiku
Sahabat yang juga mengasihimu kawan

Jika engkau tahu
Ia lah alasan mengapa ku hidup
Ia lah alasan mengapa aku sanggup berjalan hingga sekarang
Firman Tuhan adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku..

Untukmu kawan,
Mungkin selama ini engkau hanya berjalan sendiri
Mungkin engkau hanya mengandalkan dirimu sendiri
Mungkin engkau sama denganku yang dulu, merasa mampu untuk mengatasi semuanya sendiri
Hingga akhirnya engkau jatuh dan tak ada yang menolong

Ia sahabatku kawan
Ia juga yang akan mengangkatmu saat kau jatuh
Melawatmu saat engkau sakit
Ia saudaraku yang hidup
Yang setia meski aku sering kali tak setia
Maukah kawan setiap beban pada pundakmu dibebaskan?
Sambutlah Ia, Sang Juru Selamat
Kau akan merasakan damai yang sejati dalam hatimu
Kau akan mendapatkan harta yang tak ternilai dan abadi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...