Langsung ke konten utama

Hello 2016



Dear All, 

Selamat datang di tahun 2016!
Waktu berlalu begitu cepat dan sekarang membawa kita kepadanya
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun ini..
Tetapi, aku percaya bahwa tahun ini adalah tahun yang baik
Tahun yang penuh dengan berkat Tuhan!
Tahun yang akan lebih berkesan dibanding tahun-tahun sebelumnya

Aku berharap bisa memberikan yang terbaik dari diriku
Menjalani kehidupan dengan semangat dan sukacita yang besar
Meskipun memang, kita tak akan bisa menghindar dari sakitnya hidup..
Duka dalam kehidupan yang menyedihkan

Namun, aku akan selalu percaya bahwa ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita akan selalu dimampukan untuk menghadapi berbagai persoalan
Ketika kita hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri, tentu akan menjadi lebih berat

Maka, mari di tahun 2016 ini, kita tetap selalu mengandalkan Tuhan dalam melakukan apapun
Selalu meminta campur tangan Tuhan
Jangan berjalan sendiri, seolah-olah kita mampu menghadapinya sendirian
Tuhan mungkin tidak terlihat, tetapi sesungguhnya Ia ada dan selalu hadir

Aku ingin slalu menjadi terang dan dapat melakukan yang terbaik dalam aspek apapun..
Bukan hanya untuk diriku sendiri ataupun orang lain
Tetapi yang terutama adalah melakukan yang terbaik untuk Tuhan!
Semoga kita semua dapat menjadi orang yang lebih baik lagi di tahun 2016 ini..

Semangat kawan!


Best Regard,

Marita Dayanesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...