Langsung ke konten utama

Morning Devotion 1 “Knowing the Living God”




Morning Devotion 1 “Knowing the Living God”
Sabtu, 5 Oktober 2013 

Alkitab menegaskan bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung  di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. “ (Kejadian 1:26). Hal ini menunjukkan bahwa kita merupakan ciptaan yang sangat spesial di mata Allah dan kita diciptakan bukan karena suatu kebetulan. Melainkan dalam rencana Allah, sehingga Dia pun memiliki rancangan dalam kehidupan kita.
Apa rancangan Tuhan atas kita? Kita dirancang Tuhan untuk diberkati. “Allah memberkati mereka (Kejadian 1:28a). Memang, akibat dosa dan pelanggaran manusia pertama, berkat itu menjadi terhalang. Tetapi, Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk mengembalikan apa yang telah dirampas iblis dan supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam kelimpahan (Yoh 10:10b).
Mungkin saat ini kita telah mengenal Tuhan itu siapa, percaya kepada-Nya, tapi kita masih kompromi dengan dosa. Atau bahkan hingga saat ini kita masih belum mengenal siapakah Tuhan itu? Meskipun seperti itu, Tuhan mengenal kita. Bahkan  sebelum Tuhan membentuk kita dalam rahim ibu kita, Tuhan telah mengenal kita  (Yeremia 1:5, Mazmur 139:13).
Pengenalan akan pribadi Tuhan adalah suatu proses yang harus dialami setiap orang secara pribadi. Tuhan telah mengenal kita dan rindu untuk menyatakan diri-Nya lebih lagi kepada kita. Maka dari itu, bangunlah proses itu hari lepas hari dengan saat teduh, membaca Firman Tuhan, dan tidak kompromi dengan dosa lagi. Karena persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor 15:58b). 

 YOUTH CAMP "CHOSEN" UPH 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...