Langsung ke konten utama

HALLO 2



Hampir setiap hari bertemu
Namun, hanya bisa menatapmu dari jauh
Tanpa ada kata yang terucap
Karena tak berani menyapa
Bagaimana bisa mengenal bila terus begini?

Dan kamu juga diam membisu
Entah karena kamu menghindarinya
atau juga takut untuk memulai
Sejauh ini,
Aku hanya berjalan di depanmu
Dan aku mencoba untuk tidak berbalik

Sebab kuharap, kamu tidak pernah tahu rasa ini
Karena aku sendiri tak tahu
Tak tahu arti semua perasaan yang kupendam
Hanya saja kamu selalu ada dipikiranku
Membayangi hampir di setiap malam
Ingin sekali memandang senyummu
Dan mendengar suaramu

Aku tidak mengerti mengapa bisa seperti itu
Berharap semuanya berakhir
Berhenti untuk menaruh harapan yang tak pasti
Mengakhiri semua mimpi yang takkan bisa menjadi nyata

Tapi, tahukah kamu?
Ternyata bukan hanya aku
Ada yang lain yang memperhatikanmu
Dan itu cukup memberikanku alasan untuk pergi
Melangkah lebih jauh dan jauh lagi darimu
Dan hanya mencoba untuk berserah
Karena, jika kamu memang takdirku
Sejauh apapun jarak yang memisahkan,
keajaiban cinta dari Tuhanlah yang mempersatukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...