Langsung ke konten utama

HALLO



For:You
Hallo
Untuk kamu yang telah lama dinanti!
Sudah lama aku menunggumu
Apa kabarmu?
Semoga sepanjang waktu disaat aku tak bersamamu, kamu selalu baik

Kamu
Yaaa
Kamu (yang aku pikir) jodohku!
Mungkin aku baru mengenalmu
Tapi rasa ini sudah lama kupendam
Kusimpan untukmu
Siapapun kamu
Yang kulihat hanya samar-samar memang
Tapi sudah cukup mengobati rasa rindu yang dalam

Kini
Ada seseorang yang muncul
Apakah itu kamu?
Waaaa
Aku menunggumu cukup lama
Dan bagaimana menurutmu
Apakah aku terlihat pantas untukmu?
Maaf bila kamu sedikit terkejut
Aku memang terlihat buruk
Mungkin karena tak miliki penyemangat untuk menjadi lebih baik
Namun, sekarang seseorang itu datang
Apa seseorang itu kamu?
Kamu yang tinggi dan tampan
Sampai-sampai aku seperti bermimpi

Kamu
Pangeran berkudaku…
Terlihat gagah dan menarik
Sungguh membuatku terpesona
Membuat hati ini terpana
Seolah aku masuk dalam khayalan yang tinggi
Melihatmu yang begitu rupawan
Tapi, setelah seseorang itu hadir
Dan hampir kuanggap itu kamu
Aku seakan tak layak
Tak pantas
Kata orang memang aku punya hati yang baik
Tapi, masih banyak gadis yang baik hati dan berparas cantik!

Maafkan aku pangeran,
Aku mungkin takkan maju lagi
Takkan melangkah lagi
Aku cukup tahu diri
Aku sadar banyak yang lebih baik dariku
Dan kamu sangat pantas untuk mendapatkannya!
Apa? Bagaimana denganku katamu?
Tak apa-apa
Aku sudah biasa kecewa
Aku sudah sering terluka
Cukup berikanku waktu untuk pergi dan menyendiri
Mungkin aku harus bercermin lebih lama
Dan berlari sejauh mungkin
Jauh dari semua mimpiku
Mimpiku bertemu dengan pangeran impian
Aku ingin mendapat yang terbaik,
Tapi aku belum jadi yang terbaik
Itu kesalahanku..
 Aku akan baik-baik saja
Aku akan selalu bahagia
Dengan melihatmu bahagia

Terima kasih…
Sudah hadir dalam hidupku
Menyadarkanku dari semua khayalan indah
Dari semua mimpi semu
Aku akan memulai lembaran baru
Menjadi yang lebih baik
Sehingga saat aku sudah berubah
Berubah menjadi gadis yang cantik tentunya
Aku siap menyambut belahan jiwaku dengan senyuman


 From: Secret Admirer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...