Langsung ke konten utama

Tinggal dalam gelap



Entah apa yang sekarang ada dalam benakmu
Tentang aku, tentang kamu, tentang kita..
Aku telah melangkah
Setapak demi setapak
Meninggalkan jejak ternyata
Aku hanya menikmati bebasnya mimpi
Mewujudkan kemenanganku
Tanpa kamu tentunya..

Tidak ada yang perlu disesali
Semua adalah pilihan
Hanya saja, pilihan itu tepat atau tidak
Aku telah memilih untuk mencari
Dan berjuang..
Tapi terkadang, tidak semua dapat kita raih
Kini ketika matahari telah tenggelam,
Aku pun tinggal bersama malam

Kutunjukkan dengan gelap pun aku bahagia
Karena terang telah bercahaya dalam diriku
Di dalam kesunyian, terdapat harmoni yang indah
Karena merdunya suaraku yang berasal dari murninya hati
Menyesalkah kamu matahari?
Mendengar arogannya diriku ini..
Kesalkah engkau yang hanya dapat bersembunyi di balik langit?
Aku telah memilih,
Begitu juga denganmu
Dan nikmatilah pilihan itu..

Jalan yang dulu kupilih,
Takkan membuatku jera
Untuk tidak menjadi seorang pecundang!
Kamu bukanlah siapa-siapa matahari,
Hanya menarik karena rupawan semata
Dan kini, kau pun tahu  siapa aku..
Kecewakah kamu?
Apapun jawabanmu,
Aku tak peduli lagi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua Mimpi buruk itu tiba Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka Mamaku hilang.. Lenyap seperti ditelan bumi Tanpa pesan, tanpa pamit Seperti ditusuk pisau tajam Hatiku terasa teriris perih Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari Otak kupaksa tetap berpikir jernih Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku.. Tolong.. Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian Yang kupertanyakan, mengapa kami? Misteri yang setiap harinya kupertanyakan Bagaimana bisa? Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku Menghilang tanpa saksi   Semesta, apakah salahku? Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi Aku sangat merindukan Mamaku Dalam tidurpun aku merindukannya Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya? Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini Semesta, b...