Langsung ke konten utama

Kehilangan

Hari Minggu, satu Mei dua ribu dua puluh dua

Mimpi buruk itu tiba

Tanpa diduga menyerang tanpa aku sangka

Mamaku hilang..

Lenyap seperti ditelan bumi

Tanpa pesan, tanpa pamit

Seperti ditusuk pisau tajam

Hatiku terasa teriris perih

Sekuat tenaga kucoba berdiri dan mencari

Otak kupaksa tetap berpikir jernih

Hatiku berkata, Tuhan Yesus di mana Mamaku..

Tolong..


Sebelumnya rasa kehilangan tidak pernah sesakit ini

Baru pertama kali kurasakan, kehilangan seperti kematian

Yang kupertanyakan, mengapa kami?

Misteri yang setiap harinya kupertanyakan

Bagaimana bisa?

Mamaku yang kucinta, yang juga sangat mencintaiku

Menghilang tanpa saksi

 

Semesta, apakah salahku?

Sungguh hanya permohonan maaf yang bisa kuberi

Aku sangat merindukan Mamaku

Dalam tidurpun aku merindukannya

Bagaimana cara agar aku bisa mengungkap kepergiannya?

Dia yang merupakan pendoa utama dalam hidupku

Dia yang adalah alasan mengapa aku bisa bertahan hingga kini

Semesta, berilah jalan untukku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup