Langsung ke konten utama

Apa Kabar Mama?

 

Mamaku sayang, apa kabar? 

Aku kangen banget sama Mama. Mama tau kan aku sayang sekali sama Mama?

Mama, kangen aku gak? Aku setiap hari nangis karena Mama gak ada. 

Sekarang tiap hujan di malam hari, rasa sedih dan kangenku ke Mama semakin bertambah. Hujan Sabtu malam, kali terakhir aku lihat Mama. 

Mama, kapan pulang? Kapan kita ketemu lagi? Sebenarnya apa yang terjadi? Gimana jadinya hidupku tanpa Mama? 

Bahkan, aku gak tau Mama dimana. Aku kangen Ma. Sampai sesak aku menangis. Selama ini, Mama yang selalu temanin aku kemana-mana. Maaf ya aku masih kurang jadi anak yang baik. Sampai kapanpun aku tunggu Mama.

Tuhan, tolong bilang ke Mama kalau aku sayang sekali sama Mama. Tuhan Yesus, ampuni aku karena masih banyak dosa dan kelemahan.

TUHAN, bergegaslah menolongku.


* Catatan:

Minggu, 01 Mei 2022, aku kehilangan Mamaku. Ia menghilang secara misterius, tanpa diketahui keluar dari rumah dengan cara apa atau dengan siapa. Tidak membawa kartu identitas, handphone, atau barang berharga lainnya. Hanya sepeda motor kami yang ditinggalkan (entah oleh Mama atau siapa) di atas Jembatan Kahayan. Pencarian dengan skala besar sudah dilakukan oleh beberapa instansi di Kota Palangka Raya, namun belum ada petunjuk apapun. Hingga saat tulisan ini diposting (18 Juli 2022), Mamaku masih belum ditemukan. Mohon bantuan doa dari teman-teman pembaca sekalian, semoga Mama saya segera ditemukan. Doa teman-teman semua sangat berarti bagiku.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mama

Mama..  Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu..  Berbincang, bercanda, menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang Sebentar, aku ingat lagi kenangan kita dulu..  Saat Mama menyetir mobil, lalu tiba-tiba memegang tanganku Mama bilang " Yaya, I love you" Kita suka sekali makan makanan enak Tidak ada kata diet bila bersama Mama..  Bagi Mama, aku cantik apa adanya Tanpa syarat apapun..  Mama..  Ada suatu pagi, Mama bertanya padaku "Kamu tadi malam nangis ya? "  Mama begitu memperhatikanku yang sedih karena urusan pekerjaan Aku berusaha menjaga keluargaku Mencoba mengatur segala sesuatunya agar cukup, tidak kekurangan..  Hingga di suatu subuh saat selesai memasak, tanganku terluka hingga darah mengucur cukup banyak Aku masih ingat, Mama saat itu panik sekali..  Padahal aku sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saat terluka..  Mama..  Ternyata Tuhan bukan memberikanku seorang ibu..  Tuhan mengirimkanku seorang Malaikat...

Tidak Sanggup

Tuhan Yesus... Hatiku sedang sakit Apakah Engkau melihat senyum anehku? Tidak sama lagi seperti dulu Tuhan Yesusku yang baik, Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Masih belum cukupkah luka yang telah kulewati sebelumnya? Engkau mengenalku sejak aku masih kecil.. Engkau bersama-sama denganku menghadapi hidupku yang berliku Betapa kerasnya dunia menghajarku pun Kau tahu Bila memang ini yang harus kualami, Tetaplah bersamaku Tuhan Yesus.. Aku tidak akan sanggup berjalan sendiri Kurasakan jantungku pun ingin meledak Tolong aku Tuhanku.. Aku tidak mampu Kali ini aku benar-benar tidak sanggup

Apa Kabar

Apa kabar?  Sebuah pertanyaan yang tak kusangka kini menjadi sulit untuk kujawab Aku yang berusaha untuk tetap terlihat kuat, namun nyatanya setengah mati untuk bertahan hidup Oh, ternyata ini rasanya kehilangan..  Aku seperti tercekik Menjadi sesak, sulit untuk bernafas Hingga hampir satu tahun berlalu, air mata terus mengalir tanpa henti Aku kesulitan untuk sekedar tidur Malam hingga pagi menjelang seperti waktu yang mencekam untukku..  Apa kabar?  Seperti sebuah tembok bagiku..  Kamu di mana saat aku ketakutan?  Kamu di mana saat aku menangis pilu?  Aku sendirian mencoba bertahan Melewati masa sulitku..  Maafkan aku, ternyata berharap lebih..  Ternyata hanya rasa kecewa bila berharap pada manusia Tak apa, memang begitu nyatanya..  Aku melihat dan merasakan perihku semakin dalam Apa kabar?  Tanyamu padaku..  Masih ingin kau tahu sungguh kabarku?