RENUNGAN
Tempat & tanggal :
Sunday Chapel UPH, Minggu 20 Januari 2013
Nama Pengkhotbah :
Yohanes Budhi
Bahan Bacaan :
Habakuk 1: 12-17
Ringkasan Khotbah:
Dalam Habakuk 1: 12-17 merupakan suatu pergumulan yang
dinyatakan oleh Nabi Habakuk kepada Tuhan. Yang mana pada saat itu orang fasik
(Babilon) berkuasa atas Bangsa Israel, terjadi kejahatan dan ketidakadilan.
Muncullah suatu kesimpulan, yaitu apakah Tuhan itu otoriter? Mau-mau-Nya
sendiri? Ya sudah jika memang begitu, mau protes apa? Tidak usah protes.
Kesimpulan yang seperti ini merupakan kesimpulan yang menjebak dan merupakan
kesimpulan yang jauh dari Tuhan dan orang yang malas untuk berpikir. Kesimpulan
yang menjebak karena menimbulkan kesimpulan bahwa Tuhan tidak berperasaan,
tidak terlibat dengan manusia, dan membuat hilangnya dinamika Tuhan.
Dalam melintasi perjalanan iman, menghadapi apa yang
diimani tidaklah mudah, hadapi misteri Allah, kita senang dengar bahwa Allah
ikut menderita tetapi di mana Tuhan saat kekejaman dan kekerasan terjadi.
Contohnya pembunuhan jutaan orang Yahudi oleh Hitler. Ada Tuhan dibalik
orang-orang fasik, orang fasik menjadi alat Tuhan, kata Tuhan: Telah Ku
tetapkan dia untuk menghukum dan menyiksa. Ini menimbulkan
pertanyaan-pertanyaan untuk kita. Jikalau kita menghadapi situasi-situasi yang
sulit, maka Tuhan telah memberikan ruang di mana kita bertanya-tanya tentang
keadilan Allah.
Di tengah-tengah ratapan ini, kita perlu mengingat bahwa
nantikanlah Tuhan. Di dalam menanti, ingat bahwa Tuhan terlibat dalam kehidupan
kita, Tuhan bersama dengan kita. Tuhan menantikan suatu tiba saat, Tuhan akan
memulihkan segalanya. Genggamlah iman itu! Kedaulatan-Nya bukan
sewenang-wenang. Sejarah dalam genggaman-Nya, catatan karakter-Nya bukan
murahan, namun penuh kemurahan. Karena Tuhan terlibat dengan tangisan dan
sorak-sorai. Tuhan itu suci, Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan, Tuhan
terlibat dalam tangisan kita saat mengalami ketidakadilan. Kita menantikan
kedatangan Kristus untuk kedua kalinya sebagai penggenapan dari Tuhan. Kita
menyadari kedaulatan Allah berpartisipasi aktif untuk memperjuangkan gerakan
kemanusiaan.
Refleksi Pribadi:
Di dalam kehidupan saya sekarang ini banyak hal yang
terjadi, baik suka maupun duka. Kadang tertawa dan kadang menangis. Sering
masalah menghampiri kehidupan saya dan membuat saya bertanya-tanya kepada Tuhan
mengapa Dia seakan-akan diam melihat saya bersedih. Tetapi saya percaya di
setiap kesedihan dan air mata yang mengalir saat saya berdoa, Tuhan turut
terlibat, Tuhan mendengar setiap doa-doa saya. Tuhan tidak pernah diam melihat
saya berduka, Tuhan tidak pernah membiarkan orang jahat bertindak seenaknya.
Saya tidak boleh menyalahkan Tuhan ketika masalah menimpa kehidupan saya,
karena saya percaya bahwa Ia akan selalu bersama-sama dengan orang yang meminta
pertolongan-Nya.
GOD BLESS!
Komentar
Posting Komentar